Sabtu, 07 Mei 2011

ASKEP VULNUS LACERATUM

LAPORAN PENDAHULUAN
VULNUS LACERATUM


                                                       1.      Pengertian.
Vulnus laceratum adalah terjadinya gangguan kontinuitas suatu jaringan sehingga terjadi pemisahan jaringan yang semula normal, luka robek terjadi akibat kekerasan yang hebat sehingga memutuskan jaringan.
Secara umum luka dapar dibagi menjadi 2 yaitu:
1)      Simple, bila hanya melibatkan kulit.
2)      Kompukatum, bila melibatkan kulit dan jaringan dibawahnya.
Trauma arteri umumnya dapat disebabkan oleh trauma benda tajam ( 50 % ) misalnya karena tembakan, luka-luka tusuk, trauma kecelakaan kerja atau kecelakaan lalu lintas, trauma arteri dibedakan berdasarkan beratnya cidera :
1)      Derajat I adalah robekan adviticia dan media, tanpa menembus dinding.
2)      Derajat II adalah robekan varsial sehingga dinding arteri juga terluka dan biasanya menimbulkan pendarahan yang hebat.
3)      Derajat III adalah pembuluh darah putus total, gambaran klinis menunjukan pendarahan yang tidak besar, arteri akan mengalami vasokontriksi dan retraksi sehingga masuk ke jaringan karen elastisitasnya.

2.      Etiologi.
Luka dapat disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:
1)      Trauma mekanis yang disebabkan karena tergesek, terpotong, terbentur dan terjepit.
2)      Trauma elektris dan penyebab cidera karena listrik dan petir.
3)      Trauma termis, disebabkan oleh panas dan dingin.
4)      Truma kimia, disebabkan oleh zat kimia yang bersifat asam dan basa serta zat iritif dan berbagai korosif lainnya.

3.      Patofisiologi.
Jenis-jenis luka dapat dibedakan dua bagian, yaitu luka tertutup dan luka terbuka, luka terbuka yaitu dimana terjadi hubungan dengan dunia luar, misalnya : luka lecet          ( vulnus excoratiol ), luka sayat ( vulnus invissum ), luka robek ( vulnus laceratum ), luka potong ( vulnus caesum ), luka tusuk ( vulnus iktum ), luka tembak ( vulnus aclepetorum), luka gigit ( vulnus mossum ), luka tembus ( vulnus penetrosum ), sedangkan luka tertutup yaitu luka tidak terjadi hubungan dengan dunia luar, misalnya luka memar.

4.      Tanda dan Gejala.
Tanda-tanda umum adalah syok dan syndroma remuk ( cris syndroma ), dan tanda-tanda lokal adalah biasanya terjadi nyeri dan pendarahan. Syok sering terjadi akibat kegagalan sirkulasi perifer ditandai dengan tekanan darah menurun hingga tidak teraba, keringat dingin dan lemah, kesadaran menurun hingga tidak sadar.
Syok dapat terjadi akibat adanya daerah yang hancur misalnya otot-otot pada daerah yang luka, sehingga hemoglobin turut hancur dan menumpuk di ginjal yang mengakibatkan kelainan yang disebut “lower Nepron / Neprosis”, tandanya urine berwarna merah, disuria hingga anuria dan ureum darah meningkat.

5.      Pemeriksaan Diagnostik.
Pemeriksaan diagnostik yang dinilai adalah pemeriksaan Hb, Ht, dan leukosit, pada pendarahan Hb dan Ht akan menurun disertai leukositosis, sel darah merah yang banyak dalam sedimen urine menunjukan adanya trauma pada saluran kencing, jika kadar amilase 100 unit dalam 100 mll, cairan intra abdomen, memungkinkan trauma pada pankreas besar sekali.

6.      Diagnosa dan Intervensi Keperawatan.
1)      Nyeri B. D adanya luka.
·        Kaji tingkat dan intensitas nyeri serta durasi nyeri.
·        Alihkan persepsi px terhadap rasa nyeri.
·        Monitor TTV.
·        Anjurkan tehnik relaksasi seperti menarik nafas dalam.
2)      Gangguan pola tidur B. D nyeri.
·        Kaji tingkat dan intensitas nyeri serta durasi nyeri.
·        Monitor TTV.
·        Atur posisi px senyaman mungkin.
3)      Keterbatasan aktifitas B. D kelemahan otot.
·        Monitor TTV.
·        Bantu px untuk melakukan aktifitas.
·        Anjurkan px untuk melakukan latihan ROM.
·        Libatkan keluarga px dalam pemenuhan aktifitas.
7.      Daftar Pustaka.
ISFI. 2000. ISO Indonesia. Jakarta: Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.
Purnawati, et, all. 1992. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius FKUI
Ralami ahmad. 1977. Kamus Kedokteran. Jakarta: Djambatan.

1 komentar:

penanggulanagan nya gak dibuat ya .
_.

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites